Yogyakarta, 20 Mei 2025 — Mahasiswa dan alumni Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan (PKP) UGM mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam sebuah masterclass eksklusif bersama Dr. Harro Maat dari Knowledge, Technology and Innovation (KTI) Group, Wageningen University, Belanda. Kegiatan ini berlangsung di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM dan merupakan bagian dari rangkaian guest lecture Dr. Harro Maat yang bertajuk “The Colonial Reshaping of Agriculture on Java: The Role of Western Science and Farmers’ Knowledge” pada 19 Mei 2025.
Dalam sesi masterclass ini, para mahasiswa dan alumni berkesempatan untuk memaparkan topik penelitian mereka yang beragam dan relevan dengan isu-isu kontemporer dalam pembangunan pertanian. Beny Nabila, mempresentasikan penelitiannya yang berfokus pada strategi komunikasi dalam penyuluhan pertanian. Tyas Niswatun Sa’idah mengangkat tema seputar efektivitas program Farmer Field School dalam peningkatan kapasitas petani. Sementara itu, Abiyyu Rifqi P. membahas tentang pemberdayaan kelompok wanita tani sebagai aktor penting dalam pembangunan pedesaan. Adapun Yayan Restiandi menyampaikan penelitiannya terkait peran dan tantangan petani muda dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah perubahan sosial dan ekonomi yang cepat.

Diskusi berjalan intensif dan interaktif. Dr. Harro Maat memberikan berbagai masukan kritis dan insight berharga, terutama mengenai relasi antara ilmu pengetahuan Barat dan pengetahuan lokal petani yang sering kali tidak seimbang. Ia menekankan pentingnya memahami konteks sosial dan sejarah agrikultur di Indonesia, termasuk bagaimana warisan kolonial turut membentuk cara pandang terhadap pertanian hingga hari ini. Para peserta mendapatkan perspektif baru mengenai pendekatan metodologis serta pentingnya refleksi kritis dalam meneliti isu-isu pembangunan agrikultur.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran ilmu, tetapi juga memperkuat jejaring akademik internasional antara Program Studi PKP UGM dan Wageningen University. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dan alumni didorong untuk terus mengembangkan kapasitas akademik mereka serta membangun kolaborasi lintas negara yang mendukung penguatan sistem pertanian berkelanjutan di Indonesia.