Desa Selacau terletak di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat merupakan desa agraris yang memiliki potensi pertanian cukup tinggi dan sedang berbenah untuk memperkuat kelembagaan petaninya. Namun, banyak petani yang belum tergabung dalam kelompok tani sehingga petani belum maksimal dalam mengakses berbagai program pertanian. Mahasiswa PKP, bernama Nor Chalimatus Sa’adah atau kerap disapa imeh melakukan penyuluhan penguatan kelompok tani, sebagai salah satu program kerjanya.
Penyuluhan dilaksanakan secara partisipatif dan komunikatif dengan tujuan menumbuhkan kesadaran petani tentang pentingnya bergabung dalam kelompok tani (poktan) dan mendukung terbentuknya Gabungan Kelompok Tani (gapoktan) sebagai forum koordinasi antar kelompok tani yang sedang dirintis oleh desa.
Kegiatan dilakukan di Kantor Desa Selacau pada Senin, 15 Juli 2025 pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, petani, ketua dan perwakilan anggota kelompok tani, ketua Gapoktan, penyuluh pertanian lapangan (PPL), Babinsa (Bintara Pembina Desa), serta Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Kegiatan dimulai dengan pembukaan yang dilakukan oleh Sekretaris Desa Selacau, dilanjutkan sambutan dari Kepala Desa Selacau, kemudian pemaparan materi, diskusi dan tanya jawab, serta penutup. Materi yang disampaikan mengenai urgensi pengembangan kelembagaan pertanian, transformasi kelembagaan pertanian, pengelolaan sumber daya secara optimal, serta memberikan contoh kelembagaan yang sukses untuk mendorong motivasi petani.
Selama kegiatan berlangsung, terlihat antusiasme tinggi dari para peserta. Petani aktif menyampaikan pendapat, bertanya, dan berbagi pengalaman. Ke depan, kami berharap agar hasil penyuluhan ini menjadi awal untuk memperkuat posisi petani dalam pengelolaan usaha tani secara kolektif. Dengan dukungan dari berbagai pihak, Gapoktan Desa Selacau diharapkan dapat berfungsi secara optimal.
Kegiatan penyuluhan ini merupakan bentuk nyata implementasi dari ilmu dan kompetensi yang dipelajari selama masa kuliah, khususnya dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan pembangunan pertanian berkelanjutan. Melalui program KKN ini, mahasiswa dapat langsung terlibat dalam upaya penguatan kelembagaan petani di lapangan sehingga memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan petani dan pengembangan desa.